Thursday, February 9, 2017

Bibit Sayuran Yang Cepat Tumbuh

Bercocok tanam di pekarangan rumah saat ini sedang digemari oleh masyarakat luas karena sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pangan sehat dan dapat dijadikan hobi yang dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan sehabis aktivitas sehari-hari. Menanam sayur di pekarangan adalah salah satu contoh nyatanya karena sayuran adalah jenis bahan pangan yang penting karena mengandung unsur-unsur yang penting untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi tiap harinya.

Walau tidak mempunyai lahan luas, bercocok tanam di pekarangan rumah tetap dapat dilakukan hanya dengan memilih jenis media tanam yang akan digunakan. Tanah tentu menjadi pilihan utama untuk bercocok tanam karena mudah didapatkan dan muda diolah sedangkan, polybag merupakan salah satu cara agar tanah tetap dapat digunakan sebagai media tanam meski pun tidak berlahan luas.


Kebutuhan pupuk berguna untuk menyuburkan tanaman yang bisa didapatkan dengan mudah. Contohnya adalah sampah daur ulang yang merupakan sampah organik dari sisa-sisa bahan pangan yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Selain hemat, pupuk kompos memiliki keunggulan untuk tanaman karena tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya. Dengan begitu, jenis tanaman ini akan terjamin kesehatan dan aman untuk dikonsumsi.

Pemilihan jenis tanaman merupak hal yang penting dalam bercocok tanam. Ada baiknya memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kemampuan kita dalam hal merawat tanaman tersebut. Jika ingin menanam tanaman berupa sayuran yang cepat panen maka pilihlah jenis sayuran yang mudah untuk dirawat sehingga panen pun akan cepat. Hal ini tidak akan membebani kita akibat kerja tambahan untuk merawat tanaman tersebut.

Jenis sayur yang mudah ditanam dan cepat panen adalah di antaranya :

• Sawi Hijau

Sawi hijau dikenal juga sebagai caisim merupakan jenis sayuran yang dapat tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah. Selain akarnya, seluruh bagian dari sawi hijau tetap bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Sawi hijau termasuk jenis sayuran yang mudah untuk dibudidayakan karena saat pembibitan yang dibutuhkan hanya biji yang berasal dari bunganya. Biji sawi hijau tersebut disemai hingga tumbuh daun 3 - 4 helai, lalu dipindahkan ke media tanam yang sudah disiapkan dengan memerhatikan jarak tanamnya.


Biji sawi hijau juga dapat langsung ditanam di media tanam dengan catatan memerhatikan jarak tanamnya. Perawatannya pun tidak begitu susah, cukup perlu mengatur waktu penyiraman dan pemupukkan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari tanaman. Sawi hijau siap dipanen pada umur 25 - 30 hari dari proses tanam bibit sampai proses penyemaian atau 40 - 50 hari dari tanam biji.

• Bayam

Bayam memiliki 2 jenis yakni bayam hijau dan bayam merah namun, yang paling banyak ditemui di Indonesia adalah bayam hijau. Para petani mengenal bayam ada 2 macam yakni bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik dapat tumbuh lebih tinggi, besar, dan cara memanennya cukup memetik daun mudanya. Sedangkan bayam cabut tumbuh lebih pendek dan cara memanennya dengan mencabut langsung seluruh tanaman bersama dengan akarnya.


Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan ialah daun dan batang mudanya. Menanam bayam dimulai dari biji yang ditanam langsung di media tanam. Lalu, biji ditutup dengan tanah halus secukupnya sampai biji tidak terlihat. Cara merawatnya cukup mengatur waktu penyiraman setelah biji tumbuh dan membentuk daun. Bayam siap panen pada umur 25 hari. Untuk bayam petik, dapat dipanen 4 - 5 hari sekali sedangkan, bayam cabut hanya satu kali panen. Beniha atau bibit bayam bisa Anda dapatkan disini.

• Kangkung

Kangkung mempunyai 2 jenis yang dikenal oleh para petani yakni kangkung darat dan kangkung air. Selain media tanamnya yang berbeda, kangkung air mempunyai daun yang lebih lebar, agak bulat, dan bunganya berwarna keunguan. Sedangkan kangkung barat mempunyai daun lebih runcing dan bunganya memiliki warna putih. Kangkung darat adalah jenis kangkung yang paling banyak ditanam di pekarangan rumah. Kangkung darat ditanam dengan cara biji yang langsung disebar ke media tanam.


Kangkung darat pertumbuhannya tegak dan perawatannya hanya dengan mengatur waktu penyiramannya saja. Kangkung darat siap panen saat berumur 30 - 45 hari. Kangkung darat dipanen dengan cara dicabut seluruh tanaman dengan akarnya.

Artikel Terkait